Saturday, October 14, 2017

Soal Cerita Itu......

Picture by : Ottokim.
Jika bahagia adalah apa yang kau nantikan sejak lama, maka mimpi adalah bagian daripada itu. Sulit namun kau tak akan mampu membendung apa yang kau inginkan darinya (selama ini). Soal mimpi, ah, sesungguhnya aku tak ingin membahasnya. Bisa saja hal ini (nantinya) akan membuatku lebih ‘jatuh’ lagi. Yah, aku siap dengan pernyataan barusan. Tapi kemungkinan, aku juga belum terlanjur. Kau tahu mengapa selama ini aku hanya duduk termangu di depan laptop dan memikirkan apa yang mesti ku tuliskan untuknya?. Sebab,  ini perihal mimpi bagiku.  Dia (sebut saja lelaki bernama cinta), adalah bagian dari fiksi yang tak kunjung usai kutuliskan untukmu. (sekali lagi) Ini mimpi?.  Yah, bisa iya, bisa juga tidak.

Aku memang sudah lama menulis serentetan cerita fiksi, dalam berbagai statusku di sosial media. Jika kau membacanya, kau pasti akan berkata, bahwa penulis yang satu ini menjadi rumit karena selalu saja mengalami baper atau galau setiap harinya. Sungguh itu bukanlah perihal mudah bagiku. Bahkan untuk beracting bahwa hari ini kau sedang sedih saja, kau butuh sekedar referensi untuk melakukannya. Aku harus mengatakannya dengan jujur bahwa semua itu hanyalah perasaan buatanku saja. Ah, atau mungkin aku memang sedang galau? Entahlah. Aku tak peduli. Sebab yang kupikirkan adalah bagaimana menyentuh hatimu dengan tulisan yang mungkin kau anggap ‘kacangan’ ini. 

Lalu, apa pentingnya semua itu bagiku?. Kau tentu tahu, bagaimana perasaan yang tak pernah sampai kepada seseorang yang mungkin saja hingga kini, kau masih ingin meraihnya?. Yah, Aku seperti itu. Tapi kian lama ia malah membentuk cerita dan impian itu. Lantas, mana mungkin aku membiarkannya sekedar berkeliaran di kepalaku?. Ah, aku tak ingin hal itu.    

Soal cerita itu, aku membaginya kedalam dua hal : Apa yang terjadi, dan apa yang sesungguhnya ku harapkan untuk terjadi. Tak masalah kan?. Meski beberapa (lelaki) menyebutkan dirinya yang menjadi bagian daripada itu. Oh tuhan, itu mustahil !. Meski dia adalah orang yang turut menambahkan cerita dalam hidupku, tapi aku dengan tegas untuk menjawab, Tidak!. Ini bukan tentang siapapun dari mereka (lelaki itu). Ini perihal ‘Dia’ yang kuceritakan dalam dimensi lain, dengan caraku, dan impian dari masa depanku. Kau tak akan pernah tahu itu. Begitu pula denganku. Sebab sekali lagi, ini adalah rahasia, antara tuhan dan kehidupanku. 

Terkadang, kita menceritakan suatu hal yang tak begitu penting dalam kehidupan ini. Tapi kau terus saja bercerita hingga semua orang tahu apa yang kau rasakan. Kau tak peduli seberapapun mereka yang mendengarkannya. Sebab yang kau tahu, suatu saat akan ada seseorang yang mendengarkanmu dengan tulus, bahkan setia mendengar cerita itu hingga kau tua. Sudahkah kau menemukannya?. Meski kita sama-sama tahu, perihal mendapatkan seseorang yang bisa diajak menua bersama adalah hal yang tak mudah. Sama halnya dengan seorang penulis. Meski sulit, namun suatu saat ia pasti menemukan pembaca setianya. Begitu pula dengan kita. Menemukan seseorang yang suatu saat akan setia mendampingi kita, selamanya. 


Palu, 15 Oktober 2017



Nur Komariah


0 comments:

Post a Comment