![]() |
| Picture by : Ottokim. |
Aku memang
sudah lama menulis serentetan cerita fiksi, dalam berbagai statusku di sosial
media. Jika kau membacanya, kau pasti akan berkata, bahwa penulis yang satu ini
menjadi rumit karena selalu saja mengalami baper atau galau setiap harinya.
Sungguh itu bukanlah perihal mudah bagiku. Bahkan untuk beracting bahwa hari ini kau sedang sedih saja, kau butuh sekedar referensi
untuk melakukannya. Aku harus mengatakannya dengan jujur bahwa semua itu
hanyalah perasaan buatanku saja. Ah, atau mungkin aku memang sedang galau?
Entahlah. Aku tak peduli. Sebab yang kupikirkan adalah bagaimana menyentuh
hatimu dengan tulisan yang mungkin kau anggap ‘kacangan’ ini.
Lalu,
apa pentingnya semua itu bagiku?. Kau tentu tahu, bagaimana perasaan yang tak
pernah sampai kepada seseorang yang mungkin saja hingga kini, kau masih ingin
meraihnya?. Yah, Aku seperti itu. Tapi kian lama ia malah membentuk cerita dan
impian itu. Lantas, mana mungkin aku membiarkannya sekedar berkeliaran di kepalaku?.
Ah, aku tak ingin hal itu.
Soal
cerita itu, aku membaginya kedalam dua hal : Apa yang terjadi, dan apa yang
sesungguhnya ku harapkan untuk terjadi. Tak masalah kan?. Meski beberapa
(lelaki) menyebutkan dirinya yang menjadi bagian daripada itu. Oh tuhan, itu
mustahil !. Meski dia adalah orang yang turut menambahkan cerita dalam hidupku,
tapi aku dengan tegas untuk menjawab, Tidak!. Ini bukan tentang siapapun dari
mereka (lelaki itu). Ini perihal ‘Dia’ yang kuceritakan dalam dimensi lain,
dengan caraku, dan impian dari masa depanku. Kau tak akan pernah tahu itu.
Begitu pula denganku. Sebab sekali lagi, ini adalah rahasia, antara tuhan dan
kehidupanku.
Terkadang,
kita menceritakan suatu hal yang tak begitu penting dalam kehidupan ini. Tapi kau terus saja bercerita hingga semua orang tahu apa yang kau rasakan. Kau tak
peduli seberapapun mereka yang mendengarkannya. Sebab yang kau tahu, suatu
saat akan ada seseorang yang mendengarkanmu dengan tulus, bahkan setia
mendengar cerita itu hingga kau tua. Sudahkah kau menemukannya?. Meski kita
sama-sama tahu, perihal mendapatkan seseorang yang bisa diajak menua bersama
adalah hal yang tak mudah. Sama halnya dengan seorang penulis. Meski sulit, namun suatu saat ia pasti menemukan pembaca setianya. Begitu pula dengan
kita. Menemukan seseorang yang suatu saat akan setia mendampingi kita,
selamanya.
Palu, 15 Oktober 2017
Nur Komariah

0 comments:
Post a Comment